Jumat, 12 Juli 2013

Bisnis Online Dinilai Masih Berprospek Cerah

Bisnis online dinilai masih berprospek cerah, dengan pertumbuhan rata-rata jumlah transaksi 80 persen lebih per 2010-2012 yang dibarengi dengan peningkatan nilai transaksi hingga empat kali lipat. Dengan potensi sebesar itu, pakar e-commerce Andi S Boediman mengingatkan bahwa pelaku bisnis online harus memiliki perhitungan yang matang baik dari sisi strategi pemasaran, kesiapan jaringan, dan akses distribusi untuk menjaga kepuasan pelanggan.

"Bisnis online punya prospek yang cerah di Indonesia. Transaksi online diperkirakan akan mencapai 28.648 juta transaksi dengan nilai setidaknya 776 juta dolar AS atau sekitar Rp7 triliun," kata co-founder plasa.com itu dalam acara Shopfair Kopdar Online Shop di Jakarta, Kamis. Menanggapi hal itu, Andry Adiwinarso, Vice President Sales & Marketing FedEx Indonesia and RPX Grup, mengatakan bahwa peningkatan kepuasan pelanggan bisa dilakukan di antaranya melalui kemudahan logistik.

"Para pelaku bisnis online masih terfokus pada produk dan kegiatan pemasaran. Padahal fasilitas dan kemudahan layanan pengiriman juga menjadi nilai lebih mereka," katanya. Ia menjelaskan, ada sejumlah prioritas yang wajib dipenuhi dalam penyediaan layanan pengiriman di bisnis online yaitu kecepatan, ketepatan, kemudahan akses, dan keakuratan informasi.

Pendiri dan CEO Tokopedia.com William Tanuwijaya, dalam kesempatan yang sama, juga mengungkapkan bahwa bisnis online akan berkembang dan beromzet tinggi jika dilakukan secara konsisten dan efektif. Layanan pengiriman barang juga harus baik guna memberikan kepuasan berbelanja dan mencetak penjualan. "Intinya adalah 'repeating buying' yang ditandai oleh kepuasan pelanggan," katanya.

Baca juga: Resep Udang Panggang Bumbu Kalio.
READ MORE ~>> Bisnis Online Dinilai Masih Berprospek Cerah

Metode Pembayaran Cash On Delivery

Pakar e-commerce Andi S Boediman mengatakan metode pembayaran cash on delivery (COD) atau pembayaran saat serah terima barang adalah jawaban atas kebutuhan pelanggan yang ingin belanja online dengan aman. "Kenapa COD? Karena 'customer' (pelanggan) ingin yang instan, mereka inginnya ada uang ada barang," kata Andi dalam acara Shopfair Kopdar Online Shop di Jakarta, Kamis.

Kebutuhan metode pembayaran langsung seperti itu, menurut co-founder Plasa.com itu bisa disebut meledak karena menjadi salah satu kebutuhan para pembeli dan penjual online. Andi juga mengatakan karena kebutuhan untuk COD semakin meningkat, maka beberapa perusahaan logistik juga kini mulai melirik metode ini untuk diterapkan dalam jasa mereka.

"Beberapa perusahaan sudah memakai sistem COD ini, di Indonesia misalnya RPX Grup, First Logistic dan JNE. Jadi ada kurir yang mengantar langsung, setelah barang cocok langsung bayar," jelasnya. Sistem COD juga diadaptasi oleh toko online "kecil" dimana transaksi dilakukan langsung melalui kesepakatan pihak penjual dan pembeli.

Dalam kesempatan yang sama, founder dan CEO Tokopedia.com, William Tanuwijaya, menilai sistem COD justru lebih mahal dan merepotkan. Pendiri situs market place online itu mengaku lebih mempercayakan semua jasa pengiriman kepada perusahaan logistik. "Kalau COD menurut aku mungkin lebih mahal, belum lagi kalau di Jakarta, ada macet, lebih melelahkan. Jadi mending pakai jasa logistik," katanya.

Baca juga: Router Paling Cepat Di Dunia DIR-868L.
READ MORE ~>> Metode Pembayaran Cash On Delivery
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho