Selasa, 28 Mei 2013

Laptop VAIO Fit Berlayar Sentuh Dari SONY Electronics

Sony Electronics menyiapkan laptop VAIO Fit berlayar sentuh yang akan diluncurkan pertengahan Mei ini untuk segera melibas laptop-laptop non-layar sentuh. Sony VAIO berlayar sentuh itu, seperti dilaporkan PC World, akan menggunakan penutup berbahan alumunium dengan dua varian ukuran layar, 14 inci dan 15 inci.

Laptop VAIO Fit 14 inci mempunyai kerapatan gambar 1600 x 900 piksel per inci, sedangkan ukuran 15 inci berkerapatan 1920 x 1080 inci. Komputer jinjing bersistem operasi Windows 8 dan Windows 8 Pro itu juga mengusung tiga jenis prosesor Intel, Intel Core i3, Core i5, dan Core i7 dengan kartu RAM empat giga bit.

Di sisi penyimpanan, jajaran VAIO Fit menawarkan pilihan ruang penyimpanan digital 500 giga bit hingga satu tera bit pada hard-disk drive dan solid-state drive (SSD). Sony juga menempatkan konektivitas Near Field Communication (NFC) selain bluetooth dan WiFi pada laptop seharga 649 dolar AS (sekitar Rp6,4 juta) hingga 699 dolar AS (sekitar Rp6,8 juta) itu.

Selain seri premium, Sony Fit juga menyasar segmen pengguna pemula dengan menghadirkan seri "E" yang ditawarkan 549 dolar AS (sektiar Rp5,4 juta) untuk ukuran layar 14 inci dan 579 dolar AS (sekitar Rp5,7 juta) untuk ukuran layar 15 inci. Produsen elektronika asal Jepang itu agaknya tetap kukuh membanderol harga perangkatnya di atas produk lain di pasaran meski menawarkan desain dan fitur yang berbeda.
READ MORE ~>> Laptop VAIO Fit Berlayar Sentuh Dari SONY Electronics

Jumat, 24 Mei 2013

Soal Mekanisme Pemeriksaan Terhadap Darin Mumtazah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespon masukan dari Ketua Dewan Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, soal mekanisme pemeriksaan terhadap Darin Mumtazah, siswa kelas 3 SMK di Jakarta Timur.

Darin Mumtazah akan dimintai keterangannya oleh penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus suap dan pencucian uang dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq.
"Kak Seto itu pakar yang memiliki keahlian dalam hal itu. Kami merespon positif," kata Busyro, Jumat, 24 Mei 2013.

Salah satu usulan pria yang akrab disapa Kak Seto itu adalah agar pemeriksaan dilakukan di rumah, karena pertimbangan Darin masih anak-anak. Atas usulan itu, Busyro akan memanggil satgas penyidik yang menangani kasus suap dan pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq. "Kami dengan Deputi Penindakan akan merespon usulan Kak Seto," katanya.

Seto Mulyadi, Kamis 23 Mei 2013, berharap pemeriksaan terhadap Darin dapat memperoleh pengecualian dari KPK. Menurutnya, sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, anak yang berkonflik dengan hukum harus dihadapi berbeda dengan orang dewasa.

Kak Seto mengatakan, perlu ada mediator sehingga proses hukum yang berjalan tidak melanggar hak anak. "Jadi sebaiknya tidak dengan paksaan," kata pria yang akrab disapa Kak Seto di kantor KPK, Jakarta.
Namun diketahui, Darin sudah masuk kategori usia dewasa. Darin lahir di Bondowoso, 29 Meret 1994. Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan, "Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan." Sementara Darin kini berusia 19 tahun meskipun ia duduk di bangku kelas 3 SMK.

Baca juga: Zodiak Scorpio Hari Ini.
READ MORE ~>> Soal Mekanisme Pemeriksaan Terhadap Darin Mumtazah

Sukotjo Sastronegoro Bambang

Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) Sukotjo Sastronegoro Bambang mengaku berkali-kali mengirim uang ke terdakwa korupsi pengadaan alat simulator SIM, Irjen Djoko Susilo. Uang-uang ini ditransfer dan disetor ke mantan Kepala Korps Lalulintas Polri itu pada 2011.

Diawali pada 13 Januari 2011, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto meminta Sukotjo mengirim uang sebesar Rp2 miliar kepada Djoko Susilo di kantornya. Budi merupakan pemenang tender simulator SIM. Budi kemudian mensubkontrakkan lagi proyek ini ke perusahaan milik Sukotjo.

"Uang itu saya serahkan kepada Sespri terdakwa bernama Erna. Saya tidak diberitahu uang itu untuk apa," ungkapnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2013. Pada 14 Januari 2011, Budi meminta Sukotjo mengirim uang lagi sebesar Rp7 miliar untuk Djoko Susilo. Uang tersebut ia transfer rekening Primkoppol. "Pak Budi bilang Pak Kakor minta Rp7 miliar ditransfer. Yang dimaksud Kakor itu Kepala Korps Lalu Lintas. Budi minta ke saya, kamu tolong transfer sekarang," ungkap dia.

Tak sampai di situ, pada 21 Februari 2011, Budi meminta uang sebesar Rp4 miliar untuk kebutuhan Djoko Susilo. "Saat itu Budi jelaskan Pak Kakor ada kebutuhan. Saya antar cash ke rumah Budi," ujarnya. Tak hanya untuk Djoko Susilo, Sukotjo juga mengaku pernah menyetor uang Rp8 miliar kepada Primer Koperasi Polri Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri. Uang itu diminta oleh Budi Santoso. "Perintah tidak dijelaskan dana untuk apa. Belakangan baru tahu itu untuk keperluan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor," kata Sukotjo.

Sukotjo merupakan saksi kunci dalam dugaan korupsi pada pengadaan simulator SIM anggaran 2011. Semula, kasus ini diusut Mabes Polri. Merasa tidak ada perkembangan signifikan di Polri, Sukotjo kemudian melaporkan dugaan mark up dalam proyek ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Sukotjo merasa terjebak sendiri dalam pusaran kasus simulator SIM itu setelah dia dipenjara karena dituding menggelapkan uang proyek simulator SIM.

Ping: Biro Jasa Perijinan.
READ MORE ~>> Sukotjo Sastronegoro Bambang

Jumat, 03 Mei 2013

Perusahaan Software keamanan komputer Symantec

Perusahaan software keamanan komputer, Symantec, melaporkan bahwa kasus ancaman siber di dunia meningkat 42 persen pada tahun lalu, dengan 24 persen serangan mengincar perusahaan manufaktur, 19 persen menyasar perusahaan keuangan, dan 17 persen menargetkan perusahaan kecil menengah.

Senior Director System Engineering and Alliances For Asia South Region Symantec Raymond Goh mengatakan, serangan siber yang berupa peranti lunak berbahaya (malware) dirancang untuk mencuri kekayaan intelektual atau informasi berharga perusahaan seperti strategi penjualan perusahaan dan data klien.

"Sebanyak 500 perusahaan terinfeksi tahun lalu dalam waktu 24 jam," katanya ketika menggelar jumpa media di Jakarta pada Kamis (18/4). Masih tingginya angka korban serangan siber itu terutama disebabkan rendahnya kesadaran sumber daya manusia dalam perusahaan akan sistem keamanan.

Anti-virus tradisional atau tunggal tidak cukup kuat menangkis serangan siber, dan perusahaan-perusahaan harus memiliki anti-virus berlapis untuk menjaga datanya. "Kalau hanya ada satu anti virus tidak cukup kuat, makanya harus ada anti virus tambahan untuk jaringan, Internet dan lain-lain," katanya.

Goh memberikan tips murah dan sederhana untuk mengatasi malware yaitu jangan pernah mengklik sebuah pesan surat elektronik yang berupa link Internet walaupun dikirim dengan nama teman dekat sekalipun karena cara itu umum digunakan oleh penyerang siber.

Namun, jika pengguna mengklik tautan tersebut, link itu akan cepat menginfeksi email bersangkutan. "Solusinya, pengguna harus mengonfirmasi terlebih dahulu ke teman bersangkutan (yang mengirimkan email) apakah benar mengirimkan pesan link," katanya.

Baca juga: GPS Berbentuk Gelang by Blog Kanghari.
READ MORE ~>> Perusahaan Software keamanan komputer Symantec
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho