Selasa, 04 September 2012

kunjungan kenegaraan ke Mongolia

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Mongolia pada 5-7 September 2012. "Ini merupakan kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Mongolia setelah sepuluh tahun," kata Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan kepada ANTARA News di Ulan Bator, Mongolia, Selasa.

"Jadi sudah sewajarnya jika Indonesia memperbaharui hubungan bilateral dengan Mongolia melalui kunjungan kenegaraan ini," katanya. Indonesia dan Mongolia memulai hubungan diplomatik pada 21 Desember 1956. "Jadi sudah lebih dari 50 tahun. Dan perkembangannya kini semakin menunjukkan arah yang positif," kata Imron.

Perkembangan hubungan yang positif antara Indonesia dan Mongolia terutama dalam pemajuan demokrasi, kerja sama internasional dan kesamaan sikap dalam menanggapi isu-isu regional dan internasional. "Mongolia kini merupakan Ketua Komisi Masyarakat Demokrasi atau `Community of Democracies`, setahun setelah Indonesia menggagas Bali Democracy Forum pada 2010. Ini bukti bahwa kedua negara sangat erat untuk memajukan demokrasi," kata Imron.

Setelah hampir setengah abad menjalin hubungan diplomatik kedua negara telah menyepakati sejumlah kerja sama antara lain kerja sama teknik dan ekonomi, kerja sama promosi dan perlindungan investasi, deklarasi bersama prinsip kerja sama dan hubungan baik serta kerja sama karantina tanaman.

Dalam kunjungannya ke Mongolia, Presiden Yudhoyono akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Mongolia Tsakhia Elbegdorj tentang hubungan kedua negara dan perkembangan isu regional dan internasional. "Akan ditandatangani pula dua nota kesepahaman kerja sama pendidikan Kementerian Luar Negeri, Pangan dan Agrikultur," kata Dubes Imron.
READ MORE ~>> kunjungan kenegaraan ke Mongolia
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho