Senin, 23 April 2012

Kepolisian Resor Kota Parepare

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Parepare, membentuk tim baru untuk memburu Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Harapan Bersama Mahmud dan Sekretaris Syamsu,tersangka kasus penggelapan miliaran rupiah dana ratusan nasabah.

Kasat Reskrim Polresta Parepare AKP Aska Mappe mengatakan, tim baru itu dibentuk untuk memaksimalkan pengejaran terhadap kedua tersangka. Menurut dia, kasus penggelapan dana nasabah yang dilakukan kedua pengelola koperasi tersebut, hingga kini masih diproses. Aska menambahkan, dalam mengejar kedua tersangka, selain daerah dalam wilayah Ajatappareng (Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Barru), pihaknya juga menyasar sejumlah wilayah lain di Sulsel.

"Tapi kami tidak bisa menyebutkan wilayah yang akan kami sasar, dalam mengejar kedua tersangka," ujar dia. Diketahui, setelah beroperasi selama empat bulan, KSU Harapan Bersama menjalankan praktik kospin. Koperasi ini menggalang dana nasabah dengan iming-iming bunga tinggi Data terakhir, KSU Harapan Bersama berhasil meraup dana puluhan miliaran rupiah dari 1.700 orang nasabah.
READ MORE ~>> Kepolisian Resor Kota Parepare

Selasa, 17 April 2012

Bakal Calon Gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa

Bakal calon gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa mengaku sangat kecewa dengan perlakuan yang diterima dari Tim Pilkada DPD I Partai Golkar Sulsel saat mendaftar sebagai calon gubernur Sulsel, kemarin. Keinginan Rudi melamar di hari terakhir pendaftaran partai peraih 18 kursi di DPRD Sulsel itu, malah ditolak dengan alasan panitia sudah menutup pengembalian formulir tepat pukul 14.00 Wita. “Katanya Golkar partai terbuka. Tapi kok caranya seperti ini.Tim saya sudah mengambil formulir dan menyampaikan ingin mengembalikan berkas di sore hari, tapi ternyata ditolak dengan alasan sudah tutup,” ungkap Rudi, sapaan akrab Rudiyanto,kemarin.

Bupati Sinjai dua periode itu mengaku tak habis pikir dengan sikap Golkar Sulsel yang dinilai mengabaikan kandidat lain.Padahal, sehari sebelumnya, tim dari Partai Gerindra sudah mendatangi Sekretariat DPD I untuk mengambil formulir, namun tidak dilayani. “Selama ini kami tidak tahu kalau ada pendafataran dan waktunya sampai kapan. Makanya kami berinisiatif ingin mengambil formulir sehari sebelumnya. Tapi saat itu panitianya sudah pulang,”tuturnya. “Siang tadi (kemarin), tim kami datang lagi dan diminta datang membawa surat mandat. Saat datang, panitia menyampaikan bahwa pendaftarannya sudah tutup. Ini ada apa,”imbuhnya.

Terkait perlakuan itu, Ketua DPD Gerindra Sulsel ini berencana akan melaporkan sikap Golkar Sulsel ke DPP di Jakarta, hari ini,sekaligus memasukkan berkas pendaftarannya secara resmi. Menurutnya, persoalan siapa yang akan diberikan rekomendasi nanti, tidak menjadi masalah sepanjang tidak ada yang didiskreditkan atau diabaikan begitu saja. Apalagi, Golkar selama ini selalu mempromosikan diri sebagai partai yang sarat dengan mekanisme. “Saya akan jelaskan ke DPP Golkar dengan apa yang saya rasakan di Golkar Sulsel.Terserah nantinya siapa yang diusung. Pastinya saya mendaftar di DPP saja,”beber mantan ketua LBH Makassar itu.

Disinggung mengenai pendaftaran bakal calon wakil gubernur yang mulai dibuka pekan ini,Rudi menegaskan bahwa dirinya tidak berniat sama sekali di posisi tersebut. Sementara Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Nasrullah Mustamin menambahkan, Partai Golkar tidak konsisten dengan waktu pendafraran. Alasannya, sesuai pengumuman bahwa waktu pendaftaran harusnya hingga pukul 17.00 Wita. Namun, sekitar pukul 15.00 Wita, Tim Pilkada Partai Golkar telah menutup pendaftaran.

“Harusnya kan tidak usah dibuka pendaftaran kalau begitu caranya. Kenapa kami mesti dipersulit mendaftar jika pada akhirnya yang menentukan kandidat adalah Partai Golkar sendiri,” ungkapnya, kemarin. Nasrullah mengaku mendatangi Kantor DPD I Golkar Sulsel sekitar pukul 09.00 Wita. Namun Tim Pilkada belum siap menerima. Baru sekitar pukul 11.00 Wita, Nasrullah kembali mendatangi kantor partai beringin tersebut. Hanya saja, tidak sempat membawa surat kuasa.

“Makanya saya kembali untuk mengambil mandat bahwa saya benar-benar mendapatkan perintah dari Pak Rudi,”katanya. Saatdiakembalimendatangi Kantor Golkar pukul 14.10 Wita, Tim Pilkada menyatakan bahwa sudah terlambat dan akan melakukan rapat verifikasi kandidat yang telah mendaftar. SementaraWakil Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Arfandy Idris membantah tudingan tim Rudiyanto yang menyebut partainya tidak konsisten. Dia mengatakan, Rudiyanto memang tidak pernah membangun komunikasi dengan Partai Golkar. Hari ini kan sudah tertutup. Kalau mengambil formulir,kapan akan dikembalikan. Tapi tetap kami berikan formulir,”ungkapnya.
READ MORE ~>> Bakal Calon Gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa

Minggu, 08 April 2012

Ngantre Di Masjid Nurul Abrar

Puluhan pria dan wanita mengantre di Masjid Nurul Abrar, Desa Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Majene. Mereka menunggu giliran menjalani pengobatan dengan metode bekam yang diyakini warisan Nabi Muhammad SAW. Di antara sejumlah orang yang mengantre itu pernah dibekam dan tak sedikit yang baru mencoba.

Saya sudah beberapa kali dibekam dan hasilnya bagus buat kesehatan. Setelah dibekam, perasaan dan badan menjadi ringan,” kata Farhan, warga Lingkungan Lipu. Kepala SMK Negeri 4 Onang Majene Johan Usa juga mengaku baru pertama kali menjalani pengobatan tersebut. “Perasaan seperti lega, ringan, dan mengantuk,”kata dia.

Sementara Ridwan, warga Lingkungan Binanga, mengaku baru mencoba metode pengobatan itu untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Metode pengobatan ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena racun atau toksin di dalam tubuh dikeluarkan.

Sebelum dibekam, tubuh pasien dibaluri minyak yang dicampur berbagai ramuan. Lalu titik yang akan dibekam disedot menggunakan coup. Bagian disedot itu ditusuk menggunakan jarum khusus bekam. Hasilnya, darah kehitaman dan kental meluar dari lubang-lubang kecil. “Itu bukan darah, tapi toksin. Banyak sedikitnya toksin yang keluar tergantung kondisi pasien.

Jika memang banyak mengandung toksin, yang keluar pasti lebih banyak,” kata Ustaz Arifuddin, pimpinan Herbal Penawar Alwahida. Dia mengungkapkan, pengobatan ala Rasulullah, kemarin, diberikan secara gratis kepada pasien. Selanjutnya, biaya bekam diserahkan kepada kerelaan pasien. “Yang jelas, dalam pengobatan ini, kami menggunakan jarum suntik dan sarung tangan sekali pakai,” papar dia.
READ MORE ~>> Ngantre Di Masjid Nurul Abrar
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho