Senin, 30 Januari 2012

Terdakwa pembunuhan anggota Satuan Reserse dan Kriminal

Terdakwa pembunuhan anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Tamalate Aipda Andi Syahrul Rizal, Normawati yang juga istri korban,dituntut 15 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, kemarin.

Dalam tuntutannya, jaksa penuntut umum (JPU) Adnan Hamzah mendakwa Norma–- sapaan Normawati–telah membunuh suaminya menggunakan senjata api milik korban. Keterangan saksi ahli forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara yang menjadi pertimbangan Adnan dalam menjerat Norma. Jaksa menjerat Norma dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 351 dan 340 tentang Pembunuhan Berencana jo 356 KUHP.

Namun, jaksa kembali menambah pasal dakwaan karena dinyatakan terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga. ”Pasal yang terbukti, yakni Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, tapi tidak menutupi pasal dakwaan lainnya,” tutur Adnan. Norma terbukti melakukan kekerasan secara fisik kepada suaminya hingga meninggal dunia.

Namun,jaksa mengaku, untuk putusan salah tidaknya Norma di muka hukum akan ditentukan majelis hakim yang dipimpin Hakim Makmur. Normawati yang didampingi kuasa hukumnya,Andi Ware, saat mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Adnan Hamzah dari Kejari Makassar, hanya bisa meneteskan air mata mendengar fakta-fakta persidangan yang diutarakan Adnan Hamzah.

Norma melalui kuasa hukumnya juga akan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya. Mendengar tuntutan yang dibacakan jaksa,keluarga korban sedikit merasa lega. Namun, masih akan menunggu pembelaan dari Norma dan putusan majelis hakim. Saudara korban Bripka Andi Syarkawi mengatakan,proses hukum dalam kematian adik kandungnya tersebut sepenuhnya dia serahkan ke hakim.

Aipda Syahrul Rizal meninggal dunia di rumahnya sendiri di Jalan Karunrung Raya 1 RT 1 RW 1,Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Jumat (4/2/11) lalu. Dia saat itu mengalami luka tembakan di bagian kanan dadanya tepat di bawah ketiak dengan peluru tembus hingga ke jantung.
READ MORE ~>> Terdakwa pembunuhan anggota Satuan Reserse dan Kriminal

Aksi perampokan dengan target minimarket

Kendati aparat kepolisian telah membekuk satu tersangka, bukan berarti aksi perampokan dengan target minimarket, terhenti. Sebuah minimarket di Jalan Landak Baru,Kecamatan Rappocini, kembali disatroni perampok, Minggu (29/1) dini hari.Perampok yang mengenakan penutup wajah berhasil menggasak uang tunai Rp400.000 dari kasir dan delapan boks rokok. Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar AKBP Himawan mengatakan, pelaku diduga tidak terkait dengan satu tersangka yang dibekuk tim gabungan Polda Sulselbar.

Saat beraksi, pelaku mengenakan penutup wajah dan menggunakan senjata tajam. “Aksi perampokan minimarket ini diduga melibatkan beberapa sindikat. Modusnya persis dengan kejadian sebelumnya, di mana hanya satu pelaku yang masuk membawa parang dan mengancam pegawai minimarket,” katanya, kemarin.

Karena itu, dia mengimbau pengusaha minimarket lebih meningkatkan sistem keamanan. Selain CCTV, pengusaha minimarket diminta menggunakan jasa satpam, khususnya bagi minimarket yang buka 24 jam di daerah rawan kejahatan. Sekadar diketahui, pekan lalu terjadi empat kali perampokan bertopeng di minimarket, yakni di Alfamart Toddopuli, Alfamart Batua Raya, Alfamart Landak Baru, dan Indomart Boulevard.

Sementara itu, berdasarkan hasil pengembangan atas penangkapan Marko, pelaku perampokan spesialis minimarket di Tanjung Bunga, oleh tim gabungan Polda Sulselbar, kepolisian telah mengantongi sejumlah nama yang terlibat. Sementara itu,Minggu (29/1) dini hari,pihak Polrestabes juga berhasil meringkus dua pelaku pencuri kios, yakni Effendi, 23, dan Iswal Firdaus, tepatnya di Jalan Nuri,Makassar.

Kepala Unit Lima Resmob Polrestabes Makassar AKP Suaib mengatakan, saat dibekuk, kedua pelaku mengaku baru datang dari kampungnya. Namun, saat tas ransel mereka diperiksa, ditemukan banyak sembako sehingga polisi langsung menahan pelaku. “Awalnya mereka mengaku baru pulang dari kampung. Setelah diinterogasi, mereka mengaku habis membobol kios,” ujarnya.

Effendi diketahui merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi kesehatan dan Iswal seorang buruh bangunan. Kedua pelaku itu mencongkel sebuah kios yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan 5 Lorong 1.
READ MORE ~>> Aksi perampokan dengan target minimarket
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho