Jumat, 18 November 2011

Lily Wahid

Anggota komisi I DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Lily Wahid meminta pemerintah untuk memproteksi perusahaan milik negara dari tarik-menarik kepentingan global. Lily mengimbau kepada seluruh pembuat kebijakan terkait polemik frekuensi untuk tidak terulang lagi, seperti kasus Indosat yang dijual dengan harga murah ke pihak asing. Untuk itu ia meminta penataan frekuensi disikapi dengan bijaksana.

“Saya sudah melihat berita tentang penataan frekuensi. Mudah-mudahan saya tidak salah tangkap. Jika melihat persoalannya saya menilai perlu ada aturan yang melindungi untuk kepentingan nasional,” ujar Lily Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Kamis, 17 November 2011.

Menurutnya, dalam undang-undang telah jelas ditegaskan bahwa kekayaan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. “Karena itulah, persoalan dan kepentingan negara dalam hal ini harus dinomor-satukan untuk kemakmuran rakyat, bukan pihak asing,” ungkap Lily Wahid.

Lily menambahkan, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), industri dan masyarakat yang konsen terhadap hal ini harus duduk bersama. “Saya akan mendorong kepada pimpinan komisi untuk dibentuk Panja” tambah Lily.

Anggota Komisi I DPR RI, memberi sinyal positif jika digelar Rapat Dengar Pendapat masalah spektrum. Ia menyoroti dan mengimbau kepada rekan kerjanya untuk memantau perkembangan polemik spektrum.

”Intinya saya pribadi sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan negara. Jika masing-masing pihak bisa duduk bersama, mudah-mudahan akan cepat tuntas,” tuturnya.
READ MORE ~>> Lily Wahid

Minggu, 06 November 2011

Panggilan untuk membangun daerah asal

Setelah puluhan tahun bekerja di Provinsi Kepulauan Riau dan Batam, panggilan untuk membangun daerah asal, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali menggelora di benak Zulfakar. Sarjana lulusan Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya (Unsri) ini pun akhirnya memilih kembali untuk berbuat sesuatu bagi daerah asalnya. Setelah dipercaya sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi (Distamben) Kabupaten Muba, Zulfakar tidak mau berdiam diri. Dia lalu menyiapkan sejumlah terobosan dan ide untuk menggali potensi sumber daya alam, khususnya sumber energi primer,yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

Di sisi lain,masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati hasil kekayaan alam yang terkandung di Bumi Serasan Sekate.Malah,hasil tambang dan energi dari Kabupaten Muba ini sudah terlebih dulu dirasakan masyarakat di Pulau Jawa atau negara tetangga,seperti Singapura, mulai energi listrik, batu bara, gas, dan minyak bumi.

Karena itulah, pria asli Lumpatan Sekayu ini berharap adanya sinergitas antarseluruh institusi yang terkait. Dia juga menilai perlunya pengelolaan energi primer yang baik dan terpadu, dengan perencanaan yang matang,mulai perencanaan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Pada masa kepemimpinan yang baru dijalani lima bulan ini, Zulfakar memiliki pemikiran yang sejalan dengan Bupati Muba H Pahri Azhari. Lantas, bagaimana konsep dan gagasannya guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pertambangan dan energi? Berikut petikan wawancara reporter Seputar Indonesia Sierra Syailendra dengan Zulfakar.

Sektor pertambangan dan energi bukan hal baru bagi Anda?

Meski bukan hal baru,ini menjadi tantangan tersendiri. Saya sebelumnya pernah menjabat Kabid Pengawasan Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Riau, kemudian Kabid Pelestarian Lingkungan pada Bapedalda di Batam.Waktu saya banyak dilakukan di sana (Kepulauan Riau dan Batam).Namun,di daerah saya sendiri (Muba), saya rasanya terpanggil untuk berbuat lebih banyak lagi. Bapak Bupati telah memberikan kepercayaan itu kepada saya.Insya Allah,tidak akan saya sia-siakan.

Bagaimana perasaan Anda memegang jabatan di sektor unggulan?

Tentu ini bukan pekerjaan mudah,ini amanah.Namun, tentu sudah saatnya bekerja bersama,khususnya dalam memberikan manfaat banyak bagi masyarakat Muba.Saya berharap agar sektor pertambangan dan energi memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahunnya.Tentu ini bisa karena potensi SDA-nya sangat banyak,hanya belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Caranya seperti apa?

Banyak cara yang bisa dilakukan,tapi tentu saja harus sinergis.Sederhananya, menginventarisasi masalah yang ada,apa potensi yang belum dikembangkan atau mati suri,dan dicarikan solusi bersama.Apalagi,untuk menggaet investor,harus ada terobosan yang dilakukan. Intinya,tidak harus berpikir berapa rupiah yang masuk dulu,tapi membuka ruang terisolasi yang bisa menghambat laju investasi.

Nanti,dengan sendirinya rupiah bisa mengalir. Selain itu,pemda melakukan revisi ulang izin usaha pertambangan (IUP) sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. Kondisi saat ini,banyak perusahaan yang hanya izin tertulisnya,sedangkan aktivitas pertambangannya tidak ada.Karena itu,sesuai peraturan,IUP akan dikaji dan direvisi ulang.Dari hasil sementara,penerimaan PNPB,penerimaan dana bagi hasil khusus batu bara Kabupaten Muba pada 2009 sebesar Rp6 miliar.

Sedangkan,tahun 2010 meningkat menjadi Rp10 miliar lebih dan tahun 2011 mengalami peningkatan lebih dari Rp13 miliar.Masih kecilnya pendapatan daerah dari sektor pertambangan ini, khususnya batu bara, dipengaruhi masih sedikitnya perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan (produksi),selain faktor spesifikasi batu bara kalori rendah dan TM yang tinggi, sehingga berpengaruh pada permintaan pasar.

Seperti diketahui,sumber daya alam Muba sangat melimpah,mulai dari migas, batu bara,perkebunan dan lainnya.Di sektor energi dan pertambangan,batu bara masih menjadi primadona. Adapun potensi cadangan terbukti batu bara di Muba sebanyak 23,9 miliar ton, dengan nilai kalori 4.500-6000 kkal/kg,yang terdapat dalam formasi Muaraenim dan formasi Talang Akar dan tersebar di lima kecamatan, yakni Bayung Lencir,Babat Toman,Sungai Lilin,Keluang, dan Batang Hari Leko.

Bagaimana dengan kemudahan berinvestasi di sektor pertambangan dan energi?

Selama ini sudah cukup berjalan.Misalkan saja bagi investor yang ingin berinvestasi di bidang kelistrikan, kita sudah ada jaringannya.Investor yang masuk,hanya bangun power plan-nya saja.Batu bara untuk bahan bakar,kita sudah ada. Masalah lahan,jangan khawatir,kita siapkan.Pak Bupati tentu mengapresiasi hal itu.Misalkan saja,gardu induk yang dibangun PLN, kita diminta bantu bebaskan lahan dan kita siap.

Jadi,jangan jadi beban bagi investor,pemda yang membebaskan lahan, sehingga investor datang, tinggal bangun power plan saja.Jadi,infrastruktur dasarnya harus disiapkan dahulu.Begitu juga dengan transportasi batu bara dan pembangunan pembangkit listrik,pemda harus gaet investor,mengingat anggaran yang terbatas.Di sini minat investor cukup besar dan sudah ada perusahaan yang menawarkan membangun PLTU.

Pada 2012,apa yang menjadi prioritas pembangunan di sektor energi?

Masalah kelistrikan ini menjadi kebutuhan dasar manusia dan ini dulu yang harus dipenuhi secara keseluruhan.Yang sudah terpenuhi, kualitasnya harus ditingkatkan, artinya tingkat biarpet listrik harus ditekan menjadi nol. Sejak awal saya menjabat,ini menjadi sorotan dan tingkat pemadaman sudah sedikit sekali, meskipun masih ada. Itu lebih karena fenomena alam,seperti angin kencang dan pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik.

Untuk itu,disiapkan satgas pengamanan jaringan listrik sesuai dengan terbitnya SK bupati.Satgas ini terdiri dari orang-orang Distamben,PT Muba Electric Power (perusahaan daerah di bidang kelistrikan),PLN, kepolisian, Satpol PP,dan kecamatan. Fungsi mereka untuk mengantisipasi dan segera mengatasi persoalan listrik jika ada gangguan.Tiap kecamatan ada satgas masingmasing dan dananya dianggarkan dalam APBD. Tahun 2012,insya Allah kita anggarkan lagi.

Mengapa persoalan kelistrikan jadi prioritas, karena sesuai UU 30/2009, masyarakat diharuskan mendapatkan pelayanan listrik yang layak dan murah. Jadi,jika di Sekayu akhirakhir ini ada pemadaman,ada perbaikan dan pemeliharaan, kita terus berupaya agar listrik di Muba tidak biarpet lagi.Kondisi jaringan listrik kita kantidak ditanam,tapi terkadang dekat pohon dan perkebunan masyarakat. Hujan dan ada angin kencang,ada pohon roboh kena jaringan,sudah bisa bikin padam listrik.

Pelayanan listrik ini merupakan objek vital dan untuk memenuhi keseluruhan tidak bisa hanya dilakukan PLN.Pemda dan perusahaan juga turut membantu.Pemda ada jalur yang dibuat PT MEP yang melayani 106 desa sekitar 8.000 pelanggan.PLN 110 desa dan dua desa dilayani genset dari perusahaan yang dikelola KUD.Jadi,hingga sekarang,sudah 93% desa di Muba teraliri listrik atau 218 desa.Tinggal 18 desa lagi yang belum,targetnya tahun 2012 seluruh desa sudah dialiri listrik.

Masih ada desa di Muba yang belum berlistrik?

Ya,masih ada tinggal 18 desa lagi dan sudah 218 desa atau 93% dialiri listrik,baik jaringan PLN,PT MEP,maupun KUD.Di Sekayu,dalam waktu dekat akan dibangun dua gardu induk (GI),yakni GI Teladan dan GI Sungai Lilin. Belum beroperasinya PLTG simpang Duku di Kecamatan Lais,jadi 60 MW akan digunakan di Sekayu dan sekitarnya.Ke depan kita berharap ada investor dari perusahaan batu bara atau afiliasinya yang membangun PLTU dan PLTG dengan bahan bakar batu bara di sini.

Potensi lain yang juga baik untuk dikembangkan, bagaimana?

Cukup banyak seperti sumur-sumur tua peninggalan zaman Belanda dulu,masih menjadi nilai ekonomis di masyarakat dan bisa meningkatkan PAD.S ekarang ada 500 sumur tua yang layak dikelola, tapi lokasinya masih wilayah kuasa pertambangan milik perusahaan minyak.Kalau ini dikelola, tentu bisa membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan masyarakat.
READ MORE ~>> Panggilan untuk membangun daerah asal
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho