Rabu, 28 September 2011

Festival Fort Rotterdam 2011

Ping dari Reuni17 untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah dalam topik Festival Fort Rotterdam 2011. Sempat tertunda beberapa kali, Festival Fort Rotterdam 2011 akhirnya dibuka resmi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, kemarin. Kendati memakai nama Benteng Fort Rotterdam, event pariwisata ini tidak dirayakan di cagar budaya peninggalan Kerajaan Gowa ini.

Menandai dibukanya Festival Fort Rotterdam, dilakukan pelepasan parade kirab budaya yang dilakukan sekitar 1.500 orang. Mereka terdiri atas para pelaku industri pariwisata dan budaya di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Pada hari yang sama, Pemprov Sulsel juga memberikan reward terhadap sejumlah tokoh dan pelaku pariwisata dan budaya yang dianggap berjasa dalam mengangkat nama Sulsel di mata internasional.

Pada kategori kepariwisataan dan budaya, penghargaan di antaranya diberikan kepada Ketua Pusat Kebudayaan Unhas Dr Nunding Ram, penerjemah naskah Sureq I La Galigo (alm) Muh Salim. Pada kategori pendukung pariwisata, penghargaan diberikan kepada pembersih toilet Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Muh Haris, pramuwisata teladan Burhanuddin, sopir bus teladan Marten Yusuf, serta sopir taksi teladan Muh Amin.

Seluruh rangkaian festival pariwisata dan kebudayaan yang digelar selama sebulan tersebut dipastikan tidak dilaksanakan di Benteng Fort Rottedam.Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel berdalih, benteng kebanggaan Makassar itu saat ini masih dalam revitalisasi. Alhasil,seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Monumen Mandala,Gedung Mulo Makassar,serta beberapa hotel ternama.

Beberapa kegiatan yang akan digelar, di antaranya festival jazz,lomba menulis sejarah, workshop nasional kepurbakalaan, lomba foto Benteng Rotterdam. Gubernur Sulsel dalam sambutannya mengungkapkan, masalah kepariwisataan sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, inilah industri yang paling gampang dalam memperoleh uang.

“Uang pariwisata tidak masuk ke gubernur,bupati, atau kadis, tetapi langsung ke masyarakat. Mulai turis turun dari bandara,naik taksi, menginap di hotel,hingga makan, seluruh uang yang dibelanjakan itu langsung dinikmati masyarakat,” ujarnya, kemarin. Syahrul yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini menyebutkan,terdapat tiga kunci untuk menghadirkan pariwisata yang menarik di Sulsel.

Tiga kunci itu,yakni menciptakan keamanan dan kedamaian, hadirkan ketenteraman,serta biasakan hidup yang teratur. Sementara itu, Kadisbudpar Sulsel Syuaib Mallombassi mengklaim, pariwisata Sulsel sangat meningkat pada tiga tahun terakhir ini. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin meningkatnya APBN dan APBD untuk memperbaiki destinasi wisata di daerah ini.

“Saya menduga, kepariwisataan kita ini pernah terabaikan pada kepemimpinan yang lalu sehingga sekarang perlu kerja keras.Ini berkat kerja keras gubernur untuk mendorong sektor ini dengan anggaran merevitalisasi Rotterdam menjadi sejarah tingkat dunia, ”paparnya, kemarin.

Festival Fort Rotterdam yang disiapkan sebagai acara puncak pembuka tahun kunjungan wisata Sulsel 2012 semula akan digelar pertengahan Juli 2011. Pelaksanaannya kemudian diundur menjadi 27 Juli 2011 karena kurang matangnya persiapan hingga selanjutnya dijadwalkan dibuka pada 27 September 2011.

Kegiatan yang menggunakan anggaran Rp3,1 miliar dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata ini disiapkan sebagai pijakan awal mempromosikan seluruh agenda dan daerah tujuan wisata pada tahun kunjungan wisata Sulsel 2012. Dan terakhir Ping untuk Blogger Indonesia.
READ MORE ~>> Festival Fort Rotterdam 2011

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

Satuan Kerja (Satker) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMP) menyatakan, ada sekitar 15% Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM di Kabupaten Majene, bermasalah. Mereka yang bermasalah diberikan kesempatan memperbaikinya. “Kami berikan kesempatan memperbaikinya hingga Oktober mendatang. Akan tetapi, apabila hingga batas waktu yang diberikan tak juga mengoreksi kesalahannya, kami akan keluarkan rekomendasi untuk dibawa ke ranah hukum,” kata Satker PNPMMP Rustam di sela workshop PNPMMP di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, kemarin.

Menyikapi adanya TPK PNPM yang bermasalah tersebut, ke depan, dia mengusulkan yang direkrut menjadi TPK adalah orang-orang yang memang ingin bekerja profesional. Karena itu, dia mengajak segenap komponen masyarakat, seperti LSM, pers, dan warga, terus mengawasi program ini.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Pemerintahan Desa Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Majene Muh Ali Side me-ngatakan bahwa beberapa kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) juga ada yang bermasalah karena menunggak.

“Perwakilan Bank Dunia yang melakukan evaluasi mengatakan bahwa SPP sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Tunggakan se-Sulbar mencapai 20% atau sekitar Rp49 miliar,”ungkapnya. Kendati bermasalah, PNPM di Sulbar masuk kategori biru atau sangat aman untuk wilayah Sulawesi, demikian juga Kabupaten Majene.

Dengan begitu, tahun ini Majene tidak mengurangi anggaran atau nilainya masih tetap sama dengan tahun lalu, yakni Rp3 miliar setiap kecamatan.“ Bahkan PNPM di Kabupaten Majene yang terbaik di Sulbar,”tandasnya. Ali Side meminta pengelola PNPM bekerja sungguh-sungguh. “Jangan sampai ulah seorang pelaku berakibat merugikan seluruh warga desa, kecamatan, maupun kabupaten,” katanya.

Dia berharap program PNPM dilaksanakan sesuai petunjuk yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat. Jika tidak, bisa berdampak pada alokasi dana untuk tahun depan. Untuk 2011, Kabupaten Majene menerima alokasi dana PNPM Rp20,2 miliar yang berasal dari APBN Rp16,2 miliar dan dana pendamping dari APBD kabupaten Rp4 miliar.

Menurutnya, pencairan dana APBN berjalan lancar dan sudah terealisasi 71,30%, sedangkan dana pendamping kabupaten mengalami hambatan karena baru cair 15%. Mengenai keterlambatan ini, dia akan berkoordinasi dengan Dinas Pengelola Keuangan Kabupaten Majene. “Baru tahun ini mengalami hambatan,” ujarnya.
READ MORE ~>> Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

Kamis, 22 September 2011

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta kepada DPD RI agar menambah kuota haji untuk Maros. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros Syamsul Khalik saat menerima kunjungan tujuh anggota DPD RI ke Maros, kemarin.

Kuota haji Maros tiap tahun hanya sekitar 300-an, sedangkan daftar tunggu hingga September 2011 sudah 4.000 pendaftar. Kalau melihat kuota dibandigkan jumlah daftar tunggu, maka jika mendaftar sekarang kemungkinan baru bisa berangkat setelah 13 tahun kemudian,”ungkap Syamsul. Syamsul meminta anggota DPD RI untuk melobi pusat agar kuota haji Kabupaten Maros ditambah.

Pasalnya jatah haji tidak pernah bertambah, sedangkan pendaftaran terus meningkat sehingga daftar tunggu terus membengkak. Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang yang menerima rombongan anggota DPD RI berpendapat sama. Dia mengatakan, jika warga Maros mendaftar pada usia 60 tahun kemungkinan baru berangkat saat usianya telah mencapai 70 tahun lebih.

“Akibat kuota haji kurang, membuat banyak warga Maros yang mendaftar di luar Maros agar cepat berangkat haji,”ujarnya. Anggota DPD RI H Azis Kahar Muzakkar mengatakan,segera menemui Kementerian Agama agar kuota haji di semua daerah menerapkan asas keadilan.

Ada beberapa usulan yang menurut Azis akan dipertimbangkan, yakni kuota haji dibagi bukan per wilayah tapi berdasarkan persentase. Daerah dengan daftar tunggu banyak kuotanya juga disesuaikan.

“Usulan lain yakni daftar tunggu dikembalikan ke daftar tunggu nasional, tapi beberapa daerah tidak setuju dan kementerian agama juga tidak setuju,”ujar Azis. Demikian catatan online Reuni17 yang berjudul Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.
READ MORE ~>> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros

Minggu, 11 September 2011

Antonius Doni Dihen

Ping dari Reuni 17 untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Antonius Doni Dihen. Staf khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Antonius Doni Dihen, meminta Pusat Penelitian Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) memeriksa semua rekening dan aliran dana atas namanya. Ya, saya siap diperiksa. Pak Abdul Wahid Maktub, yang juga staf khusus, pun siap diperiksa rekeningnya.

Silakan rekening diperiksa kalau memang ada uang masuk-keluar yang dinilai mencurigakan," kata Doni kepada media, Minggu (11/9/2011) malam. Doni mengaku mempunyai beberapa rekening bank.

Tangggapan Doni disampaikan kepada media di Jakarta melalui telepon karena ia merasa tidak nyaman dengan berita-berita yang meminta agar rekening "orang dekat Muhaimin" diperiksa. "Ya, saya siap diperiksa. Pak Abdul Wahid Maktub, yang juga staf khusus, pun siap diperiksa rekeningnya," kata Doni. Mennakertrans Muhaimin Iskandar mempunyai empat staf khusus.

Namun, Doni meminta agar hasil penelusuran ini disampaikan kepada masyarakat agar masyarakat mempunyai gambaran yang jelas dan seimbang mengenai "orang-orang Muhaimin".

"Termasuk juga gambaran Mennakertrans Muhaimin Iskandar sendiri," kata Doni.

Dugaan suap di Kemnakertrans terungkap ketika Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Dadong Irbarelawan dan Nyoman Suisnaya, keduanya pejabat di Kemnakertrans, serta pengusaha Dharnawati di tiga tempat berbeda. KPK juga menyita uang Rp 1,5 miliar dalam dugaan suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi. Demikian catatan online Reuni 17 yang berjudul Antonius Doni Dihen.
READ MORE ~>> Antonius Doni Dihen
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho