Jumat, 11 Maret 2011

Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding

Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding mengusulkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ditingkatkan statusnya menjadi kementerian penanggulangan bencana.

“BNPB harus jadi kementerian karena penanggulangan bencana perlu didukung untuk regulasi tertentu dalam hal bencana, dan baru BNPB yang bertindak secara darurat," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut ketua komisi yang membidangi persoalan bencana itu, regulasi tentang bencana nasional harus terus diperbaiki karena visi pemerintah hampir tidak menyentuh soal bencana. Kemudian perlu dibuat kelembagaan yang kuat dan kokoh.

"BNPB sendiri baru punya tenaga kerja 200 personel dan mereka juga gabungan dari beberapa lembaga yang ada" tambahnya.

Selama BNPB belum menjadi kementerian pemerintah, lanjut dia, maka lembaga tersebut sulit untuk berkordinasi karena akan merasa minder. "Badan tersebut tidak bisa koordinasi karena minder. Kesulitan di Indonesia adalah koordinasi, sebuah lembaga biasanya sungkan bekerja sama karena dianggap kecil oleh kementrian," tandas Karding.

Karding juga menjelaskan minimnya anggaran bencana juga jadi faktor lambatnya pembenahan proses penanggulangan bencana. “Kita hanya memiliki anggaran Rp4 triliun. Untuk biaya Merapi saja sudah menghabiskan Rp300 miliar, belum lagi Mentawai dan Wasior. Jadi jumlahnya masih terlalu kecil,” ujarnya.

Politisi PKB itu menekankan bahwa kendala BNPB ada dua macam. Yaitu persoalan anggaran dan tidak adanya garis instruksi dengan badan penanggulangan bencana di daerah. “Untuk sekarang saja anggaran Rp150 miliar belum cair. Daerah juga banyak yang belum memiliki badan penanggulangan bencana dan fatalnya BNPB tak punya garis instruktif,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi BNPB Nelis Zuliasri Nelis, BNPB masih butuh banyak perbaikan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia dengan cara terus melakukan pelatihan, penambahan sarana, dan prasarana pendukung seperti mobil rescue, motor rescue, instalasi air bersih teknologi informasi dan komunikasi. Demikian catatan online Reuni17 tentang Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding.
READ MORE ~>> Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding

Selasa, 08 Maret 2011

Polda Sulselbar mulai menyusun personel Detasemen Khusus

Polda Sulselbar mulai menyusun personel Detasemen Khusus (Densus) Antianarki bentukan Mabes Polri. Anggota polisi yang direkrut berasal dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) dan Samapta yang memiliki kemahiran menembak.

Personel Densus yang dibentuk untuk menangani kerusuhan massa dan demonstrasi anarkistis ini juga dituntut memiliki kemampuan bela diri dan mengendarai motor. “Saat ini sedang disusun personelnya utamanya yang mahir bela diri, menembak, dan mengendarai motor,” ujar pengganti sementara Kabid Humas Polda Sulselbar AKBP Muhammad Siswa kemarin.

Selain memiliki keahlian khusus tersebut, personel Densus bentukan Mabes Polri ini harus memiliki dedikasi,loyalitas, serta kedisiplinan yang teruji. Perwira dua melati ini mengungkapkan, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman telah melakukan pertemuan dengan pimpinan kedua kesatuan tersebut untuk membicarakan pembentukan Densus tersebut di daerah ini. Sejumlahpersonelyangakan terpilih dilatih khusus menghadapi perilaku anarkistis yang sewaktu- waktu dapat terjadi.

“Pak Kapolda sudah membicarakan dengan fungsi terkait, Brimob dan Samapta,”ujar Siswa. Seluruh personel Densus Antianarki akan dilengkapi prosedur standar dan ukuran jelas sebelum mengambil tindakan guna menghindari terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Personel tersebut harus memahami prosedur tetap (protap) Kapolri No 1/X/2010 tentang Penanggulangan Anarkistis.

Terkait kapan Densus ini akan resmi dibentuk, Polda masih menunggu arahan Mabes Polri. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman mengatakan, personel yang akan direkrut ke dalam Densus ini telah memiliki kemampuan tersebut. Namun,masih akan dilatih agar lebih berkualitas.“Sebenarnya sudah punya kemampuan, tapi karena ada pembentukan detasemen baru, jadi dilatih agar lebih berkualitas lagi,” tandas dia. Demikian catatan online Reuni17 tentang Polda Sulselbar mulai menyusun personel Detasemen Khusus.
READ MORE ~>> Polda Sulselbar mulai menyusun personel Detasemen Khusus
 
 
Copyright © 2015 Reuni17 All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho